Kamis, 04 Juli 2013

IBU HAMIL DENGAN ASMA

Sarah Fairuz
13040112130063
Jurusan Ilmu Perpustakaan 2012
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro

ABSTRAK:
Gejala awal dari timbulnya penyakit asma adalah adanya gejala sesak napas, batuk dan suara mengi (bengek) yang dikarenakan adanya penyempitan dan sumbatan pada pembuluh darah yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada yang membuat saluran udara menjadi terhambat. Yang disebabkan oleh stres, lingkungan kerja, olahraga/aktifitas berat.Tanda / Gejala Asma pada Ibu Hamil Kesulitan bernafas, Kenaikan denyut nadi, Nafas berbunyi, terutama saat menghembuskan udara,  Batuk kering, Kejang otot di sekitar dada.





BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
     Kehamilan dan persalinan akan menimbulkan perubahan yang luas terhadap sebagian besar pada fisiologi organ-organ tubuh sehubungan dengan rahim yang membesar bersama dengan tuanya kehamilan sehingga rongga dada menjadi sempit dan gerakan paru akan terbatas untuk mengambil O2 selama pernapasan, ini akan mengakibatkan gangguan pernapasan yaitu Asma. Dalam penatalaksanaannya pun juga akan berbeda antara Asma dalam kehamilan dan persalinan dengan asma pada wanita yang tidak sedang hamil atau bersalin.
    Penyulit kehamilan dan persalinan khususnya ibu hamil/bersalin dengan asma inilah yang akan kami angkat sebagai judul dari makalah kami yaitu ”Kehamilan dan Persalinan dengan Asma”.

2.    Tujuan
A.  Tujuan Umum.
      Untuk memenuhi tugas Asuhan kebidanan IV tentang sistem pernafasan
B.  Tujuan Khusus.
1)      Untuk mengetahui pengertian dari Asma.
2)      Untuk mengetahui etiologi dari Asma.
3)      Untuk mengetahui tanda gejala Asma.
4)      Untnuk mengetahui patofiologi dari Asma.
5)      Untuk mengetahui cara menentukan diagnosa pada Asma.
6)      Untuk mengetahui penatalaksanaan dari Asma pada kehamilan.
7)      Untuk mengetahui pencegahan terhadap Asma.
8)      Untuk mengetahui Asuhan Kebidanan ibu hamil dengan Asma.
9)      Untuk mengetahui Asuhan Kebidanan pada ibu bersalin dengan Asma.



BAB II
ISI
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ASMA

  1. Pengertian Asma
Penyakit Asma berasal dari kata “asthma” yang diambil dari bahasa Yunani yang mengandung arti “sulit bernapas”. Gejala awal dari timbulnya penyakit asma adalah adanya gejala sesak napas, batuk dan suara mengi (bengek) yang dikarenakan adanya penyempitan dan sumbatan pada pembuluh darah yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada yang membuat saluran udara menjadi terhambat.
Asma bronkial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyimpitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan maupun hasil dari pengobatan.

  1. Etiologi
Ada beberapa hal yang merupakan faktor predisposisi dan presipitasi timbulnya serangan asma bronkhial.

 a.  Faktor Predisposisi
 - Genetik.
Dimana yang diturunkan adalah bakat alerginya, meskipun belum diketahui bagaimana cara penurunannya yang jelas penderita dengan penyakit alergi biasanya mempunyai keluarga dekat juga menderita alergi. Karena adanya bakat alergi ini, penderita sangat mudah terkena penyakit asma bronkhial jika terpapar dengan faktor pencetus. Selain itu hipersentifisitas saluran pernapasannya juga bisa diturunkan.

b.  Faktor Prepisitas
- Alergi
1. Dimana, yang masuk melalui saluran pernapasan
Ex : debu, bulu binatang, serbuk bunga, spora jamur, bakteri dan polusi
2.  Ingestan, yahg masuk melalui mulut
Ex : Makanan dan obat-obatan
3.  Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit.
Ex : perhiasan, logam, dan jam tangan
- Perubahan Cuaca
Cuaca lembab dan hawa pegunungan yang dingin sering mempengaruhi asma. Atmosfir yang mendadak dingin merupakan faktor pemicu terjadinya serangan asma. Kadang-kadang serangan berhubungan dengan musim, seperti : musim hujan, musim kemarau, musim bunga,. Hal ini berhubungan dengan arah angin serbuk bunga danb debu
- Stress
Stress / gangguan emosi dapat menjadi pencetus serangan asma, selain itu juga bisa memperberat serangan asma yang sudah ada. Disamping gejala asma yang timbul harus segera diobati penderita asma yang mengalami stress / gangguan emosi perlu diberi nasehat untuk menyelesaikan masalah pribadinya. Karena jika stressnya belum diatasi maka gejala asmanya belum bisa diobati.
- Lingkungan Kerja
Mempunyai hubungan langsung dengan sebab terjadinya serangan asma. Hal ini berkaitan dengan dimana dia bekerja. Misalnya orang yang bekerja dilaboratorium hewan, industri tekstil, pabrik asbes, polusi lalu lintas. Gejala ini membaik pada waktu libur atau cuti.
- Olahraga / aktifitas jasmani yang berat
Sebagian besar penderita asma akan mendapat serangan jika melakukan aktifitas jasmani atau olahraga yang berat. Lari cepat paling mudah menimbulkan serangan asma. Serangan asma karena aktifitas biasanya terjadi segera setelah selesai aktifitas.

  1. Tanda / Gejala Asma pada Ibu Hamil
·              Kesulitan bernafas
·              Kenaikan denyut nadi
·              Nafas berbunyi, terutama saat menghembuskan udara
·              Batuk kering
·              Kejang otot di sekitar dada

  1. Jenis-Jenis Asma
Asma dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
a.              Asma interisik (berasal dari dalam)
Yang sebab serangannya tidak diketahui
b.              Asma eksterisik (berasal dari luar)
 Yang pemicu serangannya berasal dari luar tubuh (biasanya lewat pernafasan).

  1. Rekomendasi mengendalikan asma selama kehamilan
Ø  Menurut National Asthma Eudcation Prevention Program: lebih aman menggunakan obat-obatan asma daripada mengalami gejala dan kekambuhan asma selama kehamilan.
Ø  Ibu hamil dengan asma berat (asma persisten) perlu memonitor fungsi parunya secara teratur saat kontrol. Pemeriksaan USG dapat memantau pertumbuhan janin dan risiko lahir preterm. Pada usia kehamilan 32 minggu ke atas, USG dapat memantau aktivitas dan pertumbuhan janin, terutama dilakukan untuk ibu hamil dengan asma tidak terkontrol, asma sedang hingga berat, dan setelah mengalami serangan asma berat.
Ø  Hindari alergen dan iritan.
Ø  Bila Anda mengalami refluks gastroesofagus (dengan gejala rasa panas di dada terutama setelah makan akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan), yang kerap dituduh berhubungan dengan serangan asma dan sering terjadi pada kehamilan, lakukan tindakan berikut: Tidurlah dengan posisi kepala lebih tinggi dibandingkan badan, makanlah dalam porsi sedikit-sedikit tapi sering, hindari makan menjelang tidur, dan hindari makanan-makanan yang bisa mencetuskan refluks seperti makanan yang asam, pedas, mengandung gas, atau yang lambat dicerna (berlemak).
Ø  Jaga kesehatan, jauh-jauhlah dari mereka yang sedang batuk pilek, karena batuk pilek pada mereka yang memiliki asma dapat mencetuskan serangan.

  1. Menghindari alergen (zat pencetus asma)
a.   Bulu binatang     : pindahkan binatang dari dalam rumah, atau minimal hindari binatang masuk ke dalam kamar tidur dan pasanglah saringan udara yang menuju ke kamar tidur
b.   Tungau debu rumah     : Bersihkan ruangan secara teratur setiap minggu dengan lap basah, cuci selimut dan seprai satu minggu sekali dalam air panas. Dianjurkan untuk mengurangi kelembaban ruangan hingga kurang dari 50%, dan tidak menggunakan karpet di dalam kamar tidur.
c.      Kecoa     : Jaga kebersihan rumah dan gunakan pestisida untuk menghindari kecoa
d.  Jamur ruangan   : Rumah yang lembab kerap berjamur, perbaiki semua kebocoran dan sumber air menggenang yang dapat menjadi tempat tumbuh subur jamur, bersihkan dinding yang berjamur, kurangi kelembaban ruangan hingga kurang dari 50 persen.

e.  Asap rokok     : Berhentilah merokok atau mintalah orang sekitar Anda untuk berhenti merokok atau merokok di luar rumah. Hindari pula asap yang berasal dari tempat-tempat pembakaran, dan iritan yang berasal dari pewangi, pembersih, dan cairan semprot.


BAB III
PENUTUP


A.     KESIMPULAN
     Gejala awal dari timbulnya penyakit asma adalah adanya gejala sesak napas, batuk dan suara mengi (bengek) yang dikarenakan adanya penyempitan dan sumbatan pada pembuluh darah yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada yang membuat saluran udara menjadi terhambat. Yang disebabkan oleh stres, lingkungan kerja, olahraga/aktifitas berat.  
       Tanda / Gejala Asma pada Ibu Hamil Kesulitan bernafas,Kenaikan denyut nadi, Nafas berbunyi, terutama saat menghembuskan udara,  Batuk kering,Kejang otot di sekitar dada

B.     SARAN
        Sebaiknya Ibu hamil menjaga pola hidup sehat dengan cara olahraga teratur, aktifitas tidak terlalu berat, jangan banyak pikiran dan menjaga pola makan yang sehat agar tidak menderita penyakit asma.


DAFTAR PUSTAKA
Guyton C Arthur . 1997 .fisiologi Kedokteran . Jakarta : EGC
Taber Ben-Zion M D . 1994 . Kedaruratan Obstetri dan Gynekologi . Jakarta : EGC
Liewellyn Derek – Jonbes . 2001 . Dasar-dasar Obstetri dan Gynekologi . Jakarta : Hipokrates
Prawirohardjo Sarwono . 2005 . Ilmu Kebidanan . Jakarta : YBP – SP
Mochtar Rustam . 1998 . Sinopsis Obstetri Jilid I . Jakarta : EGC
Manuaba Ida Bagus Gde . 1998 . Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan . Jakarta : EGC
Saifudin, Abdul Bari . 2002 . Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan neonatal . Jakarta : JNPKKR – POGI
Mansjoer Arief . 2000 . Kapita Selekta Kedokteran edisi ketiga Jilid I . Jakarta : Media Aesculapius.


Ibu Hamil Dengan Asma
Sumber:
http://ulfapermatasari.blogspot.com/2012/11/makalah-askeb-iv.html
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar